Welcome to the Fantastic World of Yuan Zhi Yi

Tampilkan postingan dengan label Indeks Pembangunan Manusia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Indeks Pembangunan Manusia. Tampilkan semua postingan

Kamis, 23 Mei 2013

Mengukur Indeks Pembangunan Manusia (Human Development Index)

Tujuan pertama kali HDI dikembangkan adalah untuk menjawab kebutuhan suatu alternatif PDB per kapita yang tepat. Hal ini dibutuhkan suatu indeks yang mudah dihitung, baik dalam dimensi ekonomi maupun dimensi sosial yang dapat dibandingkan secara nasional dan internasional.
HDI lebih difokuskan pada indikator pencapaian dari pada indikator masukan (input). HDI mengukur prestasi keseluruhan suatu negara menurut tiga indikator Pembangunan Manusia, yaitu:
  1. Panjangnya usia – diukur berdasarkan angka harapan hidup saat lahir
  2. Pengetahuan – diukur berdasarkan angka melek huruf orang dewasa dan gabungan partisipasi sekolah di tingkat dasar, menengah, dan perguruan tinggi (dengan pembobotan yang sama pada kedua indikator)
  3. Standar hidup layak – diukur oleh pendapatan riil per kapita
Sebelum HDI dihitung, maka perlu menghitung indeks untuk ketiga indikator tersebut. Untuk menghitung indeks panjang usia, pendidikan, dan PDB, maka dipilih nilai minimum dan maksimum untuk masing-masing indikator.
Indikator
Nilai Maksimum
Nilai Minimum
Angka harapan hidup saat lahir (thn)
85
25
Angka melek huruf orang dewasa (%)
100
0
Angka partisipasi kasar gabungan (%)
100
0
PDB per kapita (PPP US$)
40000
100
Performa ketiga indikator tersebut dinyatakan sebagai suatu nilai antara 0 dan 1 dengan rumus berikut:
                                           Nilai aktual – Nilai minimum
Indeks Dimensi =                                                                         
                                      Nilai maksimum – Nilai minimum

Cara menghitung HDI:
1.    Hitung indeks panjang usia: Indeks ini mengukur prestasi relatif suatu negara dalam hal harapan hidup saat lahir.
2.    Hitung indeks pendidikan: Indeks ini mengukur prestasi relatif suatu negara baik dalam hal melek huruf orang dewasa maupun gabungan angka partisipasi sekolah di tingkat dasar, menengah, dan perguruan tinggi. Pertama, hitung indeks melek huruf orang dewasa, kemudian indeks gabungan partisipasi sekolah. Indeks pendidikan merupakan rerata berbobot (weighted average) indeks melek huruf orang dewasa dan partisipasi kasar sekolah: dua pertiga bobot diberikan kepada melek huruf orang dewasa, satu pertiga bobot diberikan kepada partisipasi kasar gabungan.
Indeks pendidikan = 2/3 (indeks melek huruf orang dewasa) + 1/3 (indeks partisipasi kasar)

3.    Hitung indeks PDB: Indeks PDB dihitung sebagai logaritma per kapita PDB (PPP US$) yang disesuaikan. Penyesuaian dilakukan dengan pertimbangan bahwa untuk mencapai tingkat pembangunan manusia yang layak tidak dibutuhkan pendapatan yang tidak terbatas.
4.    Hitung HDI: Setelah menghitung indeks-indeks dimensi, kita dapat menghitung HDI sebagai rata-rata biasa ketiga indeks dimensi tersebut.

HDI = 1/3 (indeks harapan hidup) + 1/3 (indeks pendidikan) + 1/3 (indeks PDB)


Contoh:
Kita akan menghitung HDI Indonesia untuk tahun 2008 sebagaimana dimuat HDR 2009.

Angka harapan hidup saat lahir – 80,5 tahun
Angka melek huruf orang dewasa – 93 %
Angka partisipasi kasar – 68,4 %
PDB per kapita – $3821 (PPP)

Langkah I: Indeks harapan hidup
= 80,5–25/85–25 = 0,925

Langkah II: Indeks pendidikan
= 2/3(0,93) + 1/3(0,682) = 0,848

Langkah III: Indeks PDB
= (Log 3821 – log 100)/( log 40,000 – log 100) = 1,582/2,602 = 0,608

Langkah IV: HDI
= 0,925/3 + 0,848/3 + 0.608/3 = 0,308 + 0,283 + 0,203 = 0,794


Sumber :
Wrihatnolo, R.R. 2010. Cara Menghitung Indeks Pembangunan Manusia. Diakses pada 14 April 2013 pada situs http://www.slideshare.net/wrihatnolo/cara-menghitung-indeks-pembangunan-manusia.